PERATURAN
-
BARIS BERBARIS (PBB)
PBB-TNI AKMIL, Naskah Sekolah
Sementara Tentang Peraturan Baris – Berbaris Surat Keputusan Dan Kodiklat TNI AD, Nomor :
Kep/316/X/2010
Keluaran 18 : 21
Di samping itu kaucarilah dari
seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang
yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah
mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus
orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.
A.
Acuan
PBB-TNI AKMIL, Naskah Sekolah
Sementara Tentang Peraturan Baris – Berbaris Surat Keputusan Dan Kodiklat TNI AD, Nomor :
Kep/316/X/2010
B.
Tujuan
Agar peserta individu mengerti dan dapat melaksanakan
Peraturan Baris Berbaris sesuai dengan ketentuan.
C.
Penjelasan tentang Materi
suatu wujud
latihan ketanBaris-berbaris gkasan yang diperlukan untuk menanamkan
kedisiplinan dalam kehidupan individu yang diarahkan pada terbentuknya suatu
sikap dan perwatakan tertentu. sebagai
Pengetahuan dan ketangkasan baris
berbaris merupakan bekal dasar yang harus dimiliki setiap peserta individu
sehingga mempunyai disiplin dan rasa percaya diri yang tinggi.
Seorang
pelatih/komandan/pimpinan harus benar-benar memiliki pengetahuan dan ketangkasan
PBB secara mendalam agar ia mampu membekali dan melatih segenap anggotanya
dalam rangka mewujudkan bentuk sikap dan disiplin MGR serta mewujudkan jiwa
korsa yang handal dalam satuannya.
D.
Pengertian
Pengertian : Baris berbaris adalah suatu ujud latihan
fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang
diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
Maksud dan tujuan : Untuk menumbuhkan sikap jasmani yang
tegap dan tangkas, rasa persatuan dan disiplin sehingga selalu dapat
mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan pribadi disamping juga menanamkan rasa tanggung
jawab.
Yang dimaksud
dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan
pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani
dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
Yang dimaksud rasa persatuan adalah
adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam
menjalankan tugas.
Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan
kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain
daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
Yang dimaksud rasa tanggung jawab
adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya,
tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan
tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
E.
Aba-aba
a. Pengertian
a. Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah
yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk
dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b. Macam aba-aba
b. Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1) Aba-aba
petunjuk
Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu
untuk menegaskan maksud daripada aba- aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a) Kepada
Pemimpin Upacara - Hormat - GERAK
b) Untuk
amanat-istirahat di tempat - GERAK
2) Aba-aba
peringatan
Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang
cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu
Contoh:
a)
Lencang kanan - GERAK
b)
Istirahat di tempat - GERAK
3) Aba-aba
pelaksanaan
mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba
petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut-turut.
Aba-aba pelaksanakan yang digunakan adalah
a) GERAK
b) JALAN
c) MULAI
1. CARA MELATIH BERHIMPUN
Formasi Berhimpun, bentuknya mengikat, jumlah
saf tidak mengikat
Pada dasarnya berkumpul selalu dilakukan dengan
bersaf, kecuali jika keadaan ruang tidak memungkinkan.
Aba-aba :
“Bersaf, kumpul … MULAI!”
Pelaksanaan:
1) Komandan/pelatih menunjuk seorang anggota
untuk berdiri kurang lebih 4 langkah didepannya, sebagai penjuru. Perintahnya
sebagai berikut, misal: “Robert sebagai penjuru!”
2) Anggota yang ditunjuk sebagai
penjuru mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada pemberi perintah,
selanjutnya mengulangi perintah sbb : “Siap, “Robert sebagai penjuru”.
3) Penjuru mengambil sikap untuk
berlari kemudian berlari menuju pemberi perintah.
4) Pada waktu aba-aba bersaf/ berbanjar
kumpul, maka seluruh anggota lainnya mengambil sikap sempurna dan menghadap
penuh pada pemberi aba-aba.
5) Pada aba-aba pelaksanaan: “MULAI”,
anggota lainnya dengan serentak mengambil sikap lari dan berlari menuju
disamping kiri/belakang penjuru secara berturut-turut. Selanjutnya penjuru
memberi isyarat: “LURUSKAN”, anggota secara berturut-turut meluruskan diri.
6) Cara meluruskan diri ke samping
(jika bersaf) sbb: Meluruskan lengan kanan ke samping kanan dengan tangan
digenggam disentuhkan bahu kiri orang di sebelah kanannya, punggung tangan
menghadap ke atas. Kepala dipalingkan ke kanan dan meluruskan diri, hingga
dapat melihat dada orang-orang di sebelah kanannya. Penjuru yang ditunjuk pada
waktu berkumpul melihat ke kiri, setelah barisan terlihat lurus maka penjuru
memberikan isyarat dengan mengucapkan: “LURUS”, lengan diturunkan serempak
sambil mengembalikan pandangan ke arah depan.
7) Cara
meluruskan diri ke depan (jika berbanjar) sbb: Meluruskan lengan kanannya ke
depan dengan tangan digenggam, punggung tangan menghadap ke atas dan mengambil
jarak satu lengan ditambah dua kepal dari orang yang ada di depannya serta
meluruskan diri ke depan. Setelah orang yang paling belakang/banjar kanan yang
paling belakang melihat barisannya sudah lurus maka ia memberikan isyarat
dengan mengucapkan: “LURUS”. Pada
isyarat ini serentak menurunkan lengan kanan dan kembali ke sikap sempurna.
2. MELATIH
MENINGGALKAN BARISAN
Apabila
pelatih/komandan memberikan perintah kepada seseorang dari barisannya, terlebih dahulu ia memanggil orang itu keluar barisan dan memberikan perintahnya setelah orang itu telah berdiri dalam keadaan sikap sempurna. Orang yang menerima perintah ini harus
mengulangi perintah tersebut sebelum melaksanakan perintah itu dengan semangat.
Tata cara keluar barisan
Bila pasukan bersaf
1) Untuk saf depan, tidak perlu balik
kanan tetapi langsung menuju ke arah yang memanggil.
2) Untuk saf tengah dan belakang, balik
kanan kemudian melalui belakang saf paling belakang, selanjutnya memilih jalan
terdekat menuju arah pemanggil.
3) Untuk orang yang berada di ujung
kanan atau kiri tanpa balik kanan langsung menuju arah yang memanggil (termasuk
saf tengah: 2, 3, …).
Penjuru
pada saf bukan paling depan mengambil antara ke depan dan setelah lurus menurunkan lengan. Setelah
masing-masing dirinya berdiri lurus dalam barisan, maka semua berdiri di
tempatnya dengan memalingkan muka ke arah penjuru.
Pada
aba-aba: “Tegak …GERAK!”, semua anggota menurunkan lengan dengan serempak
sambil mengembalikan pandangan ke arah depan, sikap sempurna.
3. SETENGAH LENGAN LENCANG KANAN/KIRI
Aba-aba:
Setengah
lengan, lencang kanan/kiri … GERAK!”.
Pelaksanaan: seperti lencang kanan/kiri, tetapi tangan
kanan/kiri di pinggang dengan siku menyentuh lengan orang di sebelah
kanan/kirinya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang, keempat
jari lainnya rapat di sebelah depan.
4. LENCANG DEPAN
Hanya
dalam bentuk berbanjar,
aba-aba:
“Lencang depan … GERAK!”.
Pelaksanaan:
penjuru
tetap sikap sempurna, orang ke-dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan
mengangkat lengan. Bila lebih dari satu banjar, maka saf terdepan mengambil
antara satu setengah lengan di samping kanan, setelah lurus menurunkan lengan
serta menegakkan kepala kembali dengan serempak.
5. CARA BERHITUNG
Aba-aba: “Hitung … MULAI!”.
Pelaksanaan:
jika bersaf, maka pada
aba-aba peringatan, penjuru tetap melihat ke depan sedangkan anggota lainnya
pada saf depan memalingkan muka ke kanan. Pada aba-aba pelaksanaan,
berturut-turut tiap anggota mulai dari penjuru kanan menyebut nomornya sambil
memalingkan muka kembali ke depan.
Jika berbanjar, pada aba-aba
peringatan semua tetap pada sikap sempurna.pada aba- aba pelaksanaan tiap
anggota mulai dari penjuru depan ke belakang menyebut nomornya masing-masing.
Penyebutan nomor diucapkan penuh.
6. Periksa
kerapihan
Aba – Aba :
Periksa kerapihan = Mulai
Pelaksanaan :
dimaksudkan untuk merapihkan perlengkapan yang dipakai pada saat itu dan
pasukan dalam keadaan istirahat.
a. Pada saat aba-aba peringatan pasukan mengambil
sikap sempurna “SIAP”
b. Aba-aba pelaksanaan membungkukkan badan
masing-masing, melai memeriksa atau membetulkan perlengkapannya dari ujung kaki
sampai tutup kepala.
c. Setelah yakin sudah rapi masing-masing anggota
mengambil sikap sempurna, sambil mengucapkan
“SIAP”
d. Setelah komandan melihat pasukan sudah selesai
maka memberi aba-aba = “SELESAI” dan pasukan mengambil sikap istirahat
PERUBAHAN
ARAH
7. Hadap kanan/kiri
Aba-aba: “Hadap kanan/kiri …
GERAK!”.
Pelaksanaan: kaki kiri/kanan
diajukan melintang didepan kaki kanan/kiri, lekuk kaki kiri/kanan beradadi
ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. Tumit kaki
kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°.
Tumit kaki kanan/kiri dengan badan
diputar ke kanan/kiri 90°. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali
ke kaki kanan/kiri seperti posisi sikap sempurna.
8. Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba: “Hadap serong kanan/kiri …
GERAK!”.
Pelaksanaan: kaki kiri/kanan diajukan ke depan
sejajar kaki kanan/kiri. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke
kanan/kiri 45°. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki
kanan/kiri seperti posisi sikap sempurna.
9.
Balik
kanan
Aba-aba: “Balik kanan … GERAK!”.
Pelaksanaan: kaki kiri diajukan melintang
(lebih dalam) didepan kaki kanan, berat badan berpindah ke kaki kiri. Tumit
kaki kanan dengan badan diputar ke kanan 180°. Kaki kiri dirapatkan kembali ke
kaki kanan seperti posisi sikap sempurna.
MEMBUKA/MENUTUP BARISAN
10. Buka barisan
Aba-aba: “Buka barisan … JALAN!”
Pelaksanaan: pada aba-aba pelaksanaan banjar
kanan dan kiri masing-masing membuat langkah ke samping kanan dan kiri satu
langkah. Banjar tengah tetap di tempat.
11. Tutup barisan
Aba-aba : “Tutup barisan … JALAN!”.
Pelaksanaan: pada aba-aba pelaksanaan banjar
kanan dan kiri masing-masing membuat langkah ke samping kiri dan kanan satu
langkah, kembali ke posisi semula. Banjar tengah tetap di tempat.
12. BUBAR
Aba-aba : “Bubar …JALAN!”.
Pelaksanaan: pada aba-aba
pelaksanaan setiap anggota menyampaikan penghormatan kepada pelatih/komandan,
setelah dibalas kembali ke sikap sempurna, melakukan gerakan ‘ balik kanan’ dan
pada hitungan tertentu (dalam hati) melakukan gerakan seperti langkah pertama
dalam gerakan ‘maju … jalan’, selanjutnya bubar menuju ke tempat masing- masing.
Bila pelatih/komandan menghendaki tidak ada
penghormatan, aba-aba didahului dengan aba-aba-aba petunjuk: “Tanpa
penghormatan, bubar … JALAN!”. Pasukan langsung balik kanan tanpa memberikan
penghormatan dahulu, dst.
13. MAJU JALAN
Dari sikap sempurna, aba-aba : “Maju … JALAN!”
Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri diajukan ke
depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi +
20 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak satu langkah, dan selanjutnya
berjalan dengan langkah biasa.
Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan
lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri ke belakang 30° dengan tangan menggenggam.
14. LANGKAH TEGAP
Dari sikap sempurna, aba-aba: “Langkah tegap,
maju … JALAN!”.
Pelaksanaan: mulai berjalan dengan kaki kiri,
langkah pertama tidak berlebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah,
lutut lurus, kaki diangkat tidak terlalu tinggi. Bersamaan dengan langkah
pertama, tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke samping luar, ibu
jari tangan menghadap ke atas. Lenggang lengan ke depan 90° dan ke belakang 30°.
Ketika sedang berjalan ‘langkah tegap’ kembali
ke langkah biasa.
Aba-aba: “Langkah biasa … JALAN!”
Pelaksanaan: aba-aba pelaksanaan
diberikan sewaktu kaki kiri/kanan jatuh di tanah ditambah satu langkah, langkah
pertama dihentakkan dan mulai berjalan dengan langkah biasa.
15.
LANGKAH SEWAKTU LARI
Dari sikap sempurna.
Aba-aba: “Lari, maju … JALAN!”.
Pelaksanaan: pada aba-aba peringatan, kedua
tangan dikepalkan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan
punggung tangan menghadap ke luar, kedua siku sedikit ke belakang, badan agak
dicondongkan ke depan.
Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai
lari dengan menghentakkan kaki kiri satu langkah dan selanjutnya lari dengan
panjang langkah 80 cm, tempo 165 langkah/menit. Kaki diangkat secukupnya, telapak kaki
diletakkan mengenai tanah pada ujungnya terlebih dahulu, lengan dilenggangkan
lemas.
Dari langkah biasa, aba-aba: “Lari … JALAN!”.
Pada aba-aba peringatan, gerakan sama dengan
poin a, aba-aba pelaksanaan diberikan saat kaki kiri/kanan jatuh ke tanah,
kemudian ditambah satu langkah, dst.
Kembali ke langkah biasa,
Aba-aba: “Langkah biasa … JALAN!”.
Aba-aba pelaksanaan diberikan saat kaki kiri
jatuh di tanah ditambah tiga langkah, kemudian berjalandengan langkah biasa
dimulai dengan kaki kiri yang dihentakkan disertai dengan lenggangan tangan.
16. Langkah
Merdeka
Aba-aba : Langkah merdeka = Jalan
Pelaksanaan:
Anggota berjalan bebas tanpa
terikat panjang dan tempo atas pertimbangan komandan anggota dapat diizinkan
melakukan sesuatu karena kondisi medan yang tidak memungkinkan tetapi masih
dalam kelompok barisan dan tidak terpencar semuanya (antara lain :
berbicara, buka topi dan menghapus keringat)
Catatan :
Langkah merdeka biasanya
dilakukan untuk menempuh perjalanan jauh/ diluar kota / lapangan yang tidak
rata. Anggota dilarang meninggalkan barisan.
17. Jalan
di Tempat
aba-aba: “Jalan di Tempat = Grak!”.
Pelaksanaan :
Gerakan di mulai dengan kaki
kiri, lutut berganti-ganti di angkat sehingga paha rata-rata (horisontal)ujung
kaki menuju kebawah dan tempo langkah sesuai dengan tempo langkah biasa. Badan
tegak pandangan mata tetap kedepan, lengan tetap lurus dirapatkan pada badan
(tidak di lenggangkan).
18.
Belok Kanan/kiri
Aba-aba : Belok Kanan/kiri maju =
Jalan
Pelaksanaan : penjuru depan
merubah arah 90 derajat kekanan atau kekiri dan mulai berjalan kearah tertentu
prajurut lainnya mengikuti gerakan-gerakan ini setibanya pada belokan tersebut
( tempat penjuru berbelok )
Catatan :
Aba-aba : Dua Kali Belok Kanan
/Kiri Maju = Jalan
dan Tiaptiap Banjar Dua Kali Belok
Kanan/kiri Maju = Jalan
19.
Haluan Kanan/Kiri
Gerakan ini hanya dilakukan dalam
bentuk ber saf, guna merubah arah tanpa merubah bentuk
Pelaksanaan
- Berhenti ke berhenti
Aba-aba
: Haluan kanan/kiri = jalan
Setelah
aba-aba penjuru kanan/kiri berjalan di tempat dengan memutar arah secara
perlahan laha-lahan hingga merubah arah sebesar 90 derajat, bersamaan dengan
itu masing-masing saf mulai maju jalan dengan rapi sambil meluruskan safnya hingga
merubah arah sebesar 90 derajat, kemudian berjalan di tempat, setelah penjuru
kanan melihat safnya lurus memberi isyarai “LURUS” kemudian komandan memberi
aba-aba “HENTI=GRAK”
b. Berhenti ke berjalan
Aba-aba
: Haluan kanan/kiri = jalan
Pelaksanaan : seperti aba aba
haluan kanan kiri setelah isyarat luru dari penjuru komandan langsung memberi
aba-aba “MAJU JALAN” tanpa berhebti terlebih dahulu.
c. Berjalan ke berhenti
Aba-aba
: Haluan kanan/kiri maju = jalan
pelaksanaan
aba-aba dijatuhkan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah, kemudian ditambah
satu langkah. selanjutnya barisan melakukan gerakan seperti haluan kanan/kiri
dari berherhenti ke berhenti.
d. Berjalan ke berjalan
Aba-aba
: Haluan kanan/kiri maju = jalan
pelaksanaan
aba-aba dijatuhkan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah, kemudian ditambah
satu langkah.selanjutnya barisan melakukan gerakan seperti haluan kanan/kiri
dari berhenti ke berjalan.
Catan :
Pada pelaksanaan haluan,
lengan tidak melenggang.
20.
Melintang kanan/kiri gerakan ini
dilakukan dalam bentuk berbanjar, guna merubah bentuk pasukan dengan arah
tetap.
- Berhenti ke berhenti
Aba-aba : Melintang Kanan/kiri
Maju jalan
Pelaksanaan
: setelah aba-aba pelaksanaan melakukan gerakan hadap kanan/kiri kemudian
haluan kiri/kanan dan berhenti keberhenti kemudian setelah diberi aba-aba “MAJU
= JALAN” baru maju jalan.
- Berhenti ke berjalan
aba-aba
: Melintang Kanan/kiri Maju jalan
Pelaksanaan
: setelah aba-aba pelaksanaan melakukan gerakan hadap kanan/kiri kemudian haluan kiri/kanan dan berhenti keberhenti
kemudian setelah diberi aba-aba “MAJU = JALAN”baru
maju jalan. Setelah aba-aba pelaksanaan ditambah satu langkah, barisan
maju dengan langkah biasa.
c. Berjalan ke Berjalan
aba-aba : Melintang Kanan/kiri Maju jalan Pelaksanaan : Setelah aba-aba pelaksanaan ditambah satu langkah, barisan melakukan gerakan seperti gerakan melintang kanan/kiri dari berhenti ke berjalan.
BARIS BERBARIS TINGKAT KOMPI
Umum. Baris berbaris kompi adalah
dimaksudkan untuk melatih dan memelihara gerakan yang sesuai dengan peraturan
mengenai bentuk-bentuk gerakan dan perubahan-perubahan yang dilakukan pada
waktu baris berbaris, Upacara/Parade, pemindahan pasukan setingkat kompi dengan
berjalan kaki.
Ø
Susunan Pasukan
- Kompi terdiri atas 3 Pleton, satu Pleton terdiri dari 30 0rang ditambah satu komandan pleton, dan satu regu terdiri dari 10 orang.
- b. Dalam latihan baris-berbaris kompi, komandan kompi menempatkan diri ditempat dimana ia dapat memimpin dan mengawasi dengan baik.
- c. Khusus untuk satuan tingkat kompi yang melakukan pemindahan berjalan kaki/ baris – berbaris yang mengunakan jalan umum komandan kompi menempatkan diri ditempat dimana ia dapat memimpin dan mengawasi dengan baik, tetapi tidak berada disamping komandan pleton.
RANGKUMAN
Baris berbaris adalah suatu ujud latihan fisik, yang
diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan
kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
- Aba-aba ada 3 macam
- Petunjuk : Contoh kepada pemimpin ..., Masing-masing banjar...
- Aba-aba peringatan : contoh maju, jalan ditempat, hormat.
- Aba-aba pelaksanaan
Ada 3 : a. Gerak : untuk gerakan kaki tanpa meninggalkan tempat dan untuk
gerakan anggota tubuh yang lain. b. Jalan : untuk gerakan kaki dengan meninggalkan
tempat
c. Mulai : adalah
untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Macam –macam gerakan dengan
aba-aba Gerak
Siap = GERAK
|
Henti = GERAK
|
Istirahat di tempat = GERAK
|
Tegak = GERAK
|
Hadap Kanan/kiri = GERAK
|
Hormat = GERAK
|
Hadap serong Kanan/kiri = GERAK
|
Hormat Kanan/Kiri = GERAK
|
Balik kanan = GERAK
|
Letak tongkat = GERAK
|
Lencangkanan/kiri = GERAK
|
Pundak kiri tongkat = GERAK
|
Lencang depan = GERAK
|
Depan tongkat = GERAK
|
Setengah lengan lencang kanan/kiri = GERAK
|
Ambil Tongkat = GERAK
|
Jalan di tempat = GERAK
|
Tegak Tongkat = GERAK
|
Macam –macam gerakan dengan
aba-aba Jalan (dari posisi diam)
Maju = JALAN
|
Hadap serong
kanan/kiri maju = JALAN
|
(1-4)...
Langkah ke Kanan/Kiri= JALAN
|
Haluan Kanan/kiri
maju = JALAN
|
(1-4) ... Langkah
Kebelakang/Depan = JALAN
|
Dua kali belok
kanan maju = JALAN
|
Langkah
Tegap/Bias Maju = JALAN
|
Tiap –tiap banjar
Dua kali belok kanan maju = JALAN
|
Lari Maju = JALAN
|
Belok Kanan/Kiri
maju = JALAN
|
Buka/tutup Barisan
= JALAN
|
Melintang
Kanan/Kiri maju = JALAN
|
Haluan Kanan/Kiri =
JALAN
|
Hadap kanan/kiri
maju = JALAN
|
Bubar = JALAN
|
Balik kanan maju =
JALAN
|
Buka/tutup Barisan = JALAN
|
Hormat Kanan/kiri = GERAK
|
Belok Kanan/Kiri = JALAN
|
Tegak = GERAK
|
(1-4)... Langkah ke Kanan/Kiri= JALAN
|
Henti = GERAK
|
Hadap Kanan/Kiri Maju = JALAN
|
Hadap Kanan/Kiri Henti = Gerak
|
Hadap Serong Kanan/Kiri Maju = JALAN
|
Hadap Serong Kanan/Kiri Henti = Gerak
|
Balik Kanan Maju = JALAN
|
Balik Kanan Henti = Gerak
|
Langkah tegap = Jalan
|
Jalan di tempat = GERAK
|
Langkah Biasa = Jalan
|
